
Proses pembersihan lahan berlangsung hingga akhir Juni 2026, sementara tahapan perizinan dan persiapan tender terus berjalan
Singkeponline.com | Lingga – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lingga mulai melakukan pembersihan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Mepar, Kecamatan Lingga. Proses pembersihan lahan tersebut dijadwalkan berlangsung sejak 15 Juni hingga 30 Juni 2026 sebagai bagian dari percepatan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, mengatakan bahwa kegiatan pembersihan lahan merupakan salah satu tahapan penting dalam mendukung realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lingga.
“Hari ini kita kembali melakukan rapat zoom meating dengan pak gubernur Kepulauan Riau dan kementrian Sosial terkait progres pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Lingga,” ujar Armia, Senin (15/6).
Menurut Armia, dalam rapat tersebut seluruh tahapan pembangunan Sekolah Rakyat dibahas secara menyeluruh. Hingga saat ini, proses persiapan pembangunan di Kabupaten Lingga masih berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, untuk Kabupaten Lingga tidak ada hambatan dalam proses pembangunan Sekolah Rakyat. Bulan ini kita juge akan melakukan pembersihan lahan,” jelas Armia.
Lebih lanjut, Armia menyampaikan bahwa proses pelelangan tender pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Sementara itu, pelaksanaan pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada akhir tahun 2026.
“Dalam rapat zoom meating tadi, untuk pelelang tender pembangunan Sekolah Rakyat akan dilakukan pada Oktober 2026. Saat ini untuk pengurusan izin AMDAL dan AMDAl Lalin juga masih dalam proses dan akan segera selesai,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Lingga berharap kehadiran Sekolah Rakyat nantinya dapat menjadi solusi bagi peningkatan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Apalagi Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi mereka yang tidak mampu. Kami berharap tidak ada lagi generasi muda Kabupaten Lingga yang tidak menempuh bangku pendidikan atau putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tidak mampu,” pungkasnya.