Hilal Ramadan Tak Teramati di Lingga, Hasil Rukyat Dilaporkan ke Pusat

Hilal Ramadan Tak Teramati di Lingga, Hasil Rukyat Dilaporkan ke Pusat | F. Diskominfo Lingga
Hilal Ramadan Tak Teramati di Lingga, Hasil Rukyat Dilaporkan ke Pusat | F. Diskominfo Lingga

Pemantauan di kawasan Tugu Khatulistiwa menunjukkan posisi hilal masih di bawah ufuk; penetapan 1 Ramadan menunggu sidang isbat pemerintah pusat.

Singkeponline.com | Lingga – Kegiatan pemantauan rukyatul hilal untuk menentukan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 M yang berlangsung di kawasan Tugu Khatulistiwa, Kabupaten Lingga, menyimpulkan bahwa hilal tidak berhasil diamati pada Selasa (17/2/2026).

Laporan resmi Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga mencatat, saat matahari terbenam posisi hilal berada pada ketinggian -0° 57’ 54” (tinggi hilal hakiki) dan -0° 04’ 10” (tinggi hilal mar’i). Nilai ketinggian yang masih minus tersebut menunjukkan hilal berada di bawah ufuk, sehingga secara astronomis belum memungkinkan untuk dirukyat.

Pengamatan dilakukan pada rentang waktu 18.14 hingga 18.18 WIB. Berdasarkan data efemeris, matahari terbenam pada pukul 18.15.02 WIB, sementara bulan terbenam pada pukul 18.19.12 WIB. Secara posisi, hilal berada di arah barat daya, sedikit di sisi kanan matahari, dengan azimut matahari 258° 06’ 28” dan azimut bulan 257° 04’ 24”.

Kegiatan rukyatul hilal ini dihadiri oleh Bupati Lingga Muhammad Nizar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga Zamroni, Ketua MUI Kabupaten Lingga, Kabag Kesra, para Kepala KUA se-Kabupaten Lingga, Kepala BMKG Kabupaten Lingga, Hakim Pengadilan Agama Dabo Singkep, Kasi Bimas Islam sekaligus Ketua BHR Kabupaten Lingga, serta undangan lainnya.

Dalam keterangan resminya, Zamroni menegaskan bahwa hasil pengamatan lapangan dan perhitungan hisab menunjukkan hilal belum dapat terlihat di wilayah Lingga.

“Secara astronomis, posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tidak memungkinkan untuk terlihat. Hasil ini kami laporkan sesuai prosedur sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lingga Muhammad Nizar menyampaikan bahwa penetapan awal Ramadan sepenuhnya menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Kita tetap menunggu keputusan pemerintah pusat untuk bersama-sama melaksanakan penetapan 1 Ramadan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan rukyatul hilal tahun ini.

“Saya berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga pelaksanaan rukyatul hilal kini tidak lagi perlu menyeberang laut. Ini kegiatan rutin tahunan, dan tahun ini merupakan tahun kedua pengamatan dapat dilakukan melalui jalur darat,” kata Nizar.

Hasil rukyatul hilal tersebut dituangkan dalam laporan resmi yang ditandatangani Ketua Tim/BHR Kabupaten Lingga, Abdurokhman, untuk selanjutnya disampaikan ke pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan penetapan awal Ramadan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *