
Forum Bandar Udara Sehat Dibentuk untuk Mendorong Peningkatan Pelayanan dan Kualitas Lingkungan Bandara
Singkeponline.com | Lingga – Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Dabo terus memantapkan persiapan dalam menghadapi Penilaian Penghargaan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat (PBUS) Tahun 2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyampaian hasil penilaian mandiri sekaligus penandatanganan komitmen bersama Forum Bandar Udara Sehat yang berlangsung di Ruang VIP Bandara Dabo, Kamis siang.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat dari Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit terkait pelaksanaan penilaian PBUS Tahun 2026.
Dalam agenda nasional itu, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjungpinang mengusulkan dua pelabuhan dan dua bandar udara di wilayah kerjanya untuk mengikuti penilaian tingkat nasional.
Sebagai bagian dari tahapan persiapan, Tim Kerja Layanan Publik dan Zona Integritas telah melaksanakan penilaian mandiri terhadap berbagai indikator yang menjadi syarat penilaian. Hasilnya, aspek teknis memperoleh nilai 51,88 persen, sedangkan aspek kelembagaan mencapai 70,45 persen.
Kepala Kantor UPBU Kelas III Dabo, Indra Rohman, menyebut hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta pengelolaan lingkungan di kawasan bandara.
“Kami ingin seluruh unsur di bandara memiliki komitmen yang sama dalam menciptakan bandar udara yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Indra, penilaian PBUS tidak semata-mata berorientasi pada perolehan penghargaan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi momentum untuk memastikan standar kebersihan, kualitas pelayanan publik, serta kesiapan fasilitas pendukung kesehatan dapat diterapkan secara optimal di lingkungan bandara.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam meraih predikat Bandar Udara Sehat membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Bandara tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus ikut bergerak karena yang dinilai bukan hanya gedungnya, tetapi juga sistem dan perilaku pelayanan,” katanya.
Meski capaian pada aspek teknis masih memerlukan peningkatan, pihak UPBU Dabo optimistis target yang telah ditetapkan dapat dicapai. Berbagai langkah pembenahan terus dilakukan, mulai dari evaluasi fasilitas pendukung hingga penyempurnaan dokumen administrasi guna memenuhi seluruh indikator penilaian.
Pembentukan Forum Bandar Udara Sehat diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang mampu memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung terwujudnya lingkungan bandara yang lebih bersih, sehat, dan tertata.
Penandatanganan komitmen bersama yang dilakukan dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kesiapan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadapi penilaian tingkat nasional.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap kualitas pelayanan publik dan standar kesehatan transportasi udara, langkah yang dilakukan UPBU Kelas III Dabo diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Lingga.
Sebagai salah satu pintu gerbang daerah, Bandara Dabo memiliki peran penting dalam mencerminkan kualitas pelayanan serta kesiapan daerah dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap penumpang yang datang maupun berangkat.