
Kurs USD/IDR Tembus Level Psikologis, Pasar Keuangan Jadi Sorotan
Singkeponline.com | Lingga – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan dan menembus level Rp18.017 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi.
Berdasarkan data kurs yang ditampilkan Google Finance pada pukul 09.23 WIB, 1 dolar AS tercatat setara dengan Rp18.017. Angka tersebut naik dibandingkan posisi sebelumnya di kisaran Rp18.001 per dolar AS, menandakan tekanan terhadap mata uang Garuda masih berlanjut.
Pergerakan kurs dalam sebulan terakhir menunjukkan tren penguatan dolar AS yang konsisten. Dari posisi sekitar Rp17.300 pada awal Mei, nilai tukar terus bergerak naik hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada awal Juni.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya permintaan terhadap dolar AS dan masih tingginya ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bagi sektor usaha yang bergantung pada impor bahan baku maupun pembayaran utang dalam mata uang asing, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya operasional. Sebaliknya, sektor ekspor dapat memperoleh keuntungan karena pendapatan dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah.
Sementara itu, pelaku pasar terus mencermati langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga kestabilan nilai tukar dan meredam gejolak di pasar keuangan domestik.
Dengan posisi dolar AS yang kini berada di atas Rp18.000, perhatian investor dan dunia usaha tertuju pada arah kebijakan moneter global serta kemampuan pemerintah dan otoritas keuangan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.