Indonesia Siap Terbitkan Panda Bonds, Menkeu Bidik Juni 2026

Indonesia Siap Terbitkan Panda Bonds, Menkeu Bidik Juni 2026 | F. Redaksi
Indonesia Siap Terbitkan Panda Bonds, Menkeu Bidik Juni 2026 | F. Redaksi

Menkeu Sebut Langkah Ini untuk Kurangi Ketergantungan pada Pembiayaan Barat

Singkeponline.com | Jakarta – Pemerintah Indonesia bersiap menerbitkan Panda Bonds atau surat utang berdenominasi Yuan di pasar keuangan Tiongkok. Langkah tersebut ditargetkan mulai terealisasi pada Juni 2026 sebagai bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penerbitan Panda Bonds dilakukan agar Indonesia tidak hanya bergantung pada sumber pembiayaan dari Amerika Serikat maupun negara-negara barat.

“Kita tetap diversifikasi supaya nggak tergantung ke pembiayaan Amerika Serikat atau negara-negara barat,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, pasar keuangan Tiongkok memiliki kapasitas besar dan tingkat likuiditas yang kuat sehingga dinilai mampu menyerap instrumen utang pemerintah Indonesia.

Selain itu, tingkat imbal hasil atau yield yang ditawarkan juga dianggap kompetitif, yakni berkisar 2,3 persen hingga 2,5 persen.

Apa Itu Panda Bonds?

Panda Bonds merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik Tiongkok menggunakan mata uang Yuan atau Renminbi.

Melalui instrumen ini, Indonesia nantinya bisa memperoleh pendanaan langsung dari investor Tiongkok tanpa harus menggunakan dolar Amerika Serikat.

Instrumen tersebut dinamakan “Panda Bonds” karena panda menjadi simbol khas negara Tiongkok. Sejumlah negara dan lembaga internasional sebelumnya juga telah memanfaatkan skema serupa untuk memperluas sumber pembiayaan.

Pemerintah menilai penerbitan Panda Bonds dapat menjadi alternatif baru untuk memperkuat struktur pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dinilai Perkuat Ketahanan Pembiayaan Negara

Selain membuka akses pendanaan baru, Panda Bonds juga dinilai dapat membantu pemerintah mengurangi risiko tekanan akibat fluktuasi dolar Amerika Serikat.

Jika implementasinya berjalan baik, Indonesia akan memiliki pilihan pembiayaan yang lebih luas ketika kondisi pasar global mengalami ketidakpastian.

Di sisi lain, langkah ini juga memperlihatkan semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dengan Tiongkok, terutama dalam bidang investasi dan kerja sama keuangan.

Purbaya mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), dan bank tersebut disebut siap mendukung penerbitan Panda Bonds Indonesia.

“Kami sudah berhubungan dengan ICBC, mereka siap untuk menjalankan ke sana,” ujarnya.

Pemerintah juga membuka peluang bagi Tiongkok untuk menerbitkan obligasi di pasar domestik Indonesia sebagai bagian dari kerja sama timbal balik kedua negara.

Hingga kini, proses pembahasan teknis penerbitan Panda Bonds masih terus dilakukan sebelum keputusan final diumumkan pemerintah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *