Kepala Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Provinsi Kepri Ajak Jamaah Memaknai Nuzulul Qur’an dan Menjaga Etika Digital

Kepala Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Lingga Ajak Jamaah Memaknai Nuzulul Qur’an dan Menjaga Etika Digital | F. Kemenag Lingga
Kepala Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Provinsi Kepri Ajak Jamaah Memaknai Nuzulul Qur’an dan Menjaga Etika Digital | F. Kemenag Lingga

Kultum Tarawih di Masjid Al Hikmah Daik Lingga, Dirham ingatkan pentingnya memahami Al-Qur’an serta bijak bermedia sosial di era digital.

Singkeponline.com | Lingga — Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Dirham, menyampaikan kultum Tarawih di Masjid Al Hikmah, Kampung Pahang, Daik Lingga, dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan pada Kamis malam (5/3/2026).

Dalam tausiyah singkatnya, Muhammad Dirham mengangkat tema tentang makna Nuzulul Qur’an sebagai momentum bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Ia mengajak jamaah agar tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga berusaha memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk hidup yang memberikan arah bagi manusia dalam menjaga sikap, perkataan, serta hubungan dengan sesama. Oleh karena itu, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperkuat kedekatan dengan kitab suci tersebut, baik melalui membaca, memahami, maupun mengamalkan ajarannya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirham juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan sikap di era digital saat ini.

Ia menilai perkembangan media sosial membawa banyak kemudahan dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi, namun di sisi lain juga memerlukan kehati-hatian dalam penggunaannya.

“Di era media sosial sekarang ini, kita harus lebih bijak dalam berbicara dan bertindak. Apa yang kita sampaikan bisa saja direkam atau dipotong sebagian, lalu disebarkan tanpa konteks yang utuh,” ujarnya di hadapan jamaah Tarawih.

Ia menjelaskan bahwa potongan video atau pernyataan yang tidak lengkap kerap menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Informasi yang tersebar tanpa penjelasan yang utuh dapat memicu berbagai persepsi yang berbeda dan berpotensi menimbulkan polemik.

Dirham menambahkan, kondisi tersebut jika tidak disikapi dengan bijak dapat memicu perdebatan bahkan perpecahan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, setiap individu diharapkan mampu menjaga sikap serta lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Melalui pesan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan sikap bijak, penuh pertimbangan, serta menjunjung nilai-nilai persaudaraan dalam setiap interaksi, sehingga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat tetap terjaga.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *