
Penurunan pasir pesisir diduga dipicu aktivitas penyerokan timah, warga khawatir abrasi semakin meluas
Singkeponline.com | Lingga – Abrasi pantai kembali terjadi di wilayah Kampung Boyan, berdekatan di kuburan RT 001 RW 005. Peristiwa tersebut menyebabkan pasir di sepanjang pesisir mengalami penurunan sehingga daratan semakin tergerus oleh gelombang laut dan berdampak langsung pada permukiman warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, gelombang laut yang cukup kuat terus menghantam bibir pantai. Kondisi tersebut membuat garis pantai semakin mendekati rumah-rumah warga.
Sejumlah pohon di sekitar pesisir terlihat tumbang, sementara puing kayu dan sisa material bangunan berserakan di sepanjang pantai akibat terjangan ombak.
Salah satu bangunan warga bahkan dilaporkan roboh karena tanah di bawah bangunan tersebut tergerus air laut. Warga menyebut kondisi abrasi kali ini cukup parah karena selain dipicu oleh gelombang kuat, juga diperparah oleh aktivitas warga di sekitar pesisir.
Salah seorang warga Kampung Boyan mengatakan bahwa penurunan pasir di kawasan pantai sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir dan semakin terlihat dampaknya saat gelombang laut menguat.
“Sekarang pasir di pantai ini makin turun. Kalau ombak besar, langsung menghantam daratan. Rumah warga yang dekat pantai juga sudah ada yang roboh,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa aktivitas pengambilan batu di pesisir serta penyerokan pasir untuk mencari timah turut diduga mempercepat kerusakan pantai di kawasan tersebut.
“Selain ombak kuat, di sini juga ada yang ambil batu di pantai dan kerok pasir cari timah. Itu yang membuat pantai cepat terkikis,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera meninjau kondisi pesisir Kampung Boyan serta mengambil langkah penanganan, agar abrasi tidak semakin meluas dan mengancam lebih banyak rumah warga di kawasan tersebut. (k)