Ketua DPRD Lingga Maya Sari Dorong Komitmen Bersama Lintas Sektor Demi Cegah Stunting di Kabupaten Lingga

Ketua Posyandu “Melati” Desa Tanjung Irat, Rosdiana, menambahkan bahwa tantangan terbesar di lapangan adalah minimnya insentif dan fasilitas dasar.

“Kadang kita harus jalan kaki satu jam untuk timbang balita. Kalau kader lelah, siapa lagi yang peduli?” ujarnya.

Komitmen Bersama dan Inisiatif Kearifan Lokal

Forum ditutup dengan penandatanganan komitmen lintas sektor. Dokumen integrasi program diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPRD kepada Bupati sebagai wujud sinergi legislatif dan eksekutif.

“DPRD akan kawal anggaran untuk ini. Tapi saya ingatkan, jangan sampai uang banyak tapi program tidak tepat sasaran. Kita harus berani koreksi dan evaluasi setiap langkah,” ujar Maya Sari.

Salah satu hal menarik dalam forum ini adalah gagasan pendekatan kearifan lokal. Kepala Barenlitbang, Irfan Baharuddin, menyebut bahwa pihaknya tengah menyiapkan proyek percontohan Dapur Gizi Desa berbasis pangan lokal.

“Ini bukan soal bagi-bagi biskuit. Ini soal perubahan pola pikir. Gizi itu ada di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita edukasi masyarakat memanfaatkannya,” kata Irfan.

Menuju Lingga Bebas Stunting: Bukan Harapan Kosong

Rembuk ini menyimpulkan satu hal: stunting bukanlah takdir yang harus diterima, melainkan tantangan yang bisa dihadapi bersama. Dengan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan yang menyatu antara pemerintah, masyarakat, dan kearifan lokal, Lingga menapaki jalan menuju masa depan yang lebih sehat.

Seperti disampaikan Maya Sari menutup forum:

“Anak-anak Lingga tidak boleh gagal tumbuh. Tidak boleh kekurangan gizi. Tidak boleh tertinggal hanya karena kita lalai. Stunting bukan takdir—ia adalah tanggung jawab kita bersama.”(Red)

See also  Pemprov Kepri Gerakkan 12 Notaris ke Lingga, Dorong Akselerasi Pendirian Koperasi Merah Putih
Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *