
Terkait ide kreatif dalam menghidupkan kembali ekonomi masyarakat yang disampaikan oleh Ketua Dekranasda ini, seluruh kepala OPD terkait mendukung penuh dan siap bersinergi dalam upaya memotivasi desa agar menggali potensi yang ada di masing-masing daerahnya.
“Kita memiliki pokok-pokok program Dekranas masa bakti 2019- 2024 seperti pengembangan dan perluasan kerjasama/ pangsa pasar melalui promosi pameran didalam dan luar negeri baik secara offline maupun online” sebut Ibu Maratusholiha beberapa waktu lalu.
Selanjutnya dia menambahkan akan memfasilitasi kepada pengrajin untuk perlindungan kekayaan intelektual seperti halnya merek, desain industri, hak cipta dan indikasi geografis.
Selain itu juga, sebagai upaya produk Lingga lebih dikenali oleh daerah luar, Pemerintah daerah Kabupaten Lingga akan mempersiapkan tehnik promosi, baik itu promosi melalui media sosial serta hal-hal strategis yang lebih mudah dijumpai oleh banyak peminat.
Adapun produk hasil kerajinan dari kegiatan dekranasda seperti Tudong Manto.
Tudung manto merupakan kain penutup kepala yang terbuat dari berbagai jenis kain seperti kain kase, kain sifon, kain sari, dan kain sutera dengan warna yang beragam. Tudung manto memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari lebar 60 cm dan panjang 150 cm hingga panjang 200 cm. Ciri
khas utama tudung manto adalah hiasan wajib berbentuk tekat dengan berbagai motif yang dibuat menggunakan kawat lentur seperti benang berwarna perak ataupun emas yang disebut genggeng atau kelingkan.