Saya berharap kepada Dekranasda, melalui Tudung Manto untuk dapat dikembangkan,ditambahkan, berikan bimbingan dengan baik kepada pengrajin-pengrajin, yang ada dikabupaten Lingga ini” harap dia.
Apalagi Dekranasda tergabung dari orang-orang berpotensi yang berasal dari beberapa OPD-OPD di Kabupaten Lingga. Menurutnya ini cukup layak untuk digantung harapan agar Dekranasda bisa kembali bangkit dan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah kita.

“Saya ingin di zaman ini Dekranasda bisa berkontribusi menyumbang PAD, dengan waktu 1-2 tahun sudah bisa membantu menyumbang untuk PAD kita Itu sangat saya harapkan. Apalagi untuk Batik serta Tudung Manto dan Kain Talepok sudah mendapat HAKI,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha mengajak Lingga kembali menghidupkan pengrajin UKM Batik serta UKM lainnya guna menghidupkan ekonomi masyarakat di masing-masing desa yang ada di Kabupaten Lingga.
Ketua Dekranasda menambahkan Dekranasda hadir untukmeningkatkan daya saing kerajinan berbasis kearifan lokal dengan selera global melalui pengembangan inovasi, desain, kreativitas dan efisiensi.
Selain itu tambahnya lagi, pemerintah daerah melalui OPD terkait harus mendorong perluasan akses pasar bagi produk-produk kerajinan, membangun ekosistem industri kerajinan melalui penguatan potensi kerajinan Indonesia serta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan masuk kedalam rantai pasok global.