Rossi sendiri sejauh ini tidak pernah secara gamblang menyebut ia akan pensiun karena merasa terlalu tua. Yang dilakukan Rossi selama ini adalah terus menyoroti performa Yamaha dan kualitasnya di atas motor. Dua batas itulah yang dijadikan acuan oleh Rossi untuk mengambil keputusan di pertengahan musim nanti.
Sejak jadi runner up MotoGP 2015 dan 2016, penampilan Rossi tidak sepenuhnya bisa dikatakan mutlak menurun. Pasalnya, penurunan penampilan Rossi bisa disebut sebagai imbas dari penurunan performa Yamaha secara keseluruhan.
Sejak Michelin menggantikan Bridgestone sebagai ban resmi MotoGP, Yamaha selalu mengatakan kesulitan terhadap cengkraman motor di aspal. Akibat hal tersebut, Yamaha sering kehilangan kecepatan dan akselerasi di lap-lap terakhir balapan.
Tak hanya itu, Yamaha juga kurang lihai saat keluar dari tikungan dan masih kalah dalam duel kecepatan di trek lurus.
Alasan-alasan tersebut tidak hanya keluar dari mulut Valentino Rossi. Maverick Vinales juga merasakan hal yang serupa. Sebagai bukti, Vinales juga tak bisa masuk dalam persaingan juara selama tiga musim di Yamaha

Berharap Gairah Rossi Membara
Palu dari Yamaha sudah diketuk. Mereka memutuskan mengontrak Maverick Vinales dan Fabio Quartararo untuk balapan MotoGP 2020. Yamaha sudah menunggu Rossi bergerak, namun ‘The Doctor’tak mau buru-buru menentukan masa depan karena ingin memantau keadaan selama setengah tahun ke depan.